Sabtu, 22 Februari 2014

Tetangga (bagian 1)



tetangga
Sekarang istri saya baru nyadar, betapa tidak enaknya jika bertengkar dan berseteru dengan tetangga. Paling gak enak. Dunia menjadi rupek. Apalagi kalau rumahnya di RSSS, yang letaknya saling berhadapan. Ibaratnya, jadi susah nengok.
Mau gak mau, tetap akan sering ketemu. Wong pintunya cuma satu, dari depan doang. Keluar – masuk ya dari situ. Akhirnya salting – salah tingkah sendiri, demi menghindari perseteruan. Aneh, masuk rumah sendiri pakai clingak-clinguk. Semua ini hanya bagian kecil, akibat tidak menghormat tetangga.

Tetapi begitulah kehidupan. Kadang kalau belum mengalami sendiri, susah kalau sekedar diomongi. Walau sampai berbuih, tetap saja. Gak digugu. Suami gak dianggap. Diomongi suruh ngalah, gak digubris. Dibilangin sabar, malah kayak begundal. Disuruh istighfar, malah kebakar. Mulut tetap nerocos, kayak bendungan mau tumpah. Badan dan anggotanya dikuasai setan. Susah dikendalikan. Akhirnya nekat nglabrak. Ribut. Adu mulut; ba bi bu – ba bi bu...! Terus pulang kayak orang menang perang. Namun setelah sadar, berubah total.

Beberapa saat setelah hilang nyeselnya, sontak senyam – senyum sendiri. Kayak orang kesurupan, mengingat tindakan bodoh yang pernah dilakukan. Kata maaf pun hambar, sebab hati sudah kadung luka. Dan usaha mengembalikan suasana seperti semula tak bisa sepenuhnya. Pergaulan pun seperti ada yang kurang, terkesan saling menjaga jarak, membatasi gerak, walau sudah bertajuk damai. Hanya pelajaran dan pengalaman bertetangga saja yang membuat hidup, karena tetangga adalah hal yang utama.

Dari Abu Syuraih al-Khuzai, bahwasanya Rasululloh SAW bersabda, ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (Rowahu Bukhory (5672), Muslim dalam bab al-Luqothoh (14), Abu Dawud (91), An-Nasa’i (401) At-Tirmidzi (809)).

Imam Nawawi dalam Syarah Hadits Arba’in menjelaskan bahwa pengertian tetangga itu ada empat. Pertama, orang yang tinggal serumah dengan kita. Kedua, orang yang menempel rumahnya dengan rumah kita. Ketiga, orang yang terletak 40 rumah di samping kita (kanan – kiri, depan dan belakang). Dan keempat, orang yang tinggal satu negeri bersama kita. Berikut dalil – dalilnya.

Allah berfirman: ”Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisaa: 36)

Dari Hasan bahwasanya dia ditanya tentang tetangga. Ia menjawab, ”40 rumah di depannya, 40 rumah di belakangnya, 40 rumah di sebelah kanannya dan 40 rumah di sebelah kirinya.” (Rowahu Bukhory fi Adabil Mufrod hadist no 109)

Allah berfirman; ”Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang- orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar.” (Al-Ahzab : 60)

Tetangga muslim yang dekat dan merupakan kerabat mempunyai tiga hak, yaitu hak kekerabatan, hak keislaman dan hak ketetanggaan. Jika dia muslim dan bukan kerabat, maka dia punya dua hak, yaitu hak keislaman dan hak ketetanggaan. Sedangkan jika dia non muslim, maka dia mempunyai satu hak yaitu hak ketetanggaan.

Dari Aisyah r.a., bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Jibril senantiasa berwasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku menyangka mereka akan mendapat bagian warisan.” (R. Bukhory fi Adabil Mufrod hadits no 101).

Ayo muliakan tetangga kita. Jangan sakiti mereka. Dan hendaklah supaya selalu dihormati. Hiduplah penuh toleransi. Dan kalau perlu sedikit mengalah. Jika dirasa kurang, maka banyaklah mengalah. Sebab akhir yang menakutkan, apabila kalau sampai ”menyakiti” tetangga. Dari Abu Huroiroh r.a, bahwasanya Rasululloh SAW bersabda, ”Tidak akan masuk surga, seseorang yang tetangganya tidak tenang karena gangguannya.” (rowahu Bukhory fi adabil mufrod hadits no 121)

Nabi SAW pernah ditanya, ”Wahai Rasululloh, ada seorang perempuan sering bangun sholat malam, siangnya berpuasa dan gemar bersedekah, tetapi dia suka menyakiti tetangganya.” Rasululloh SAW menjawab, ”Tidak ada kebaikan baginya. Dia masuk neraka.” Mereka bertanya lagi, ”Wahai Rasululloh, ada lagi perempuan yang cuma sholat yang wajib – wajib saja dan bersedekah ala kadar kemampuannya, tetapi dia tidak suka menyakiti tetangganya.” Beliau SAW menjawab, ”Dia termasuk ahli surga.” (Rowahu Bukhory fi adabil mufrod hadits no 119).

Nah, kita semua punya tetangga. Di kehidupan ini potensi konflik akan selalu ada. Bisa dari anak, dari sikap, harta benda dan salah tanggap. Maka banyak diam adalah salah satu jawabnya. Dan satu lagi, hal penting yang harus dilakukan di dalam masalah tetangga ini yaitu berdoa agar kita bisa menjadi tetangga yang baik dan terhindar dari tetangga yang jelek.

Alloohumma innii a’uudzubika min yaumis suu’ wa min lailatis suu’, wa min jaaris suu’ fii daaril muqoomah – Ya Allah aku berlindung dariMu dari hari yang jelek, malam yang jelek dan tetangga yang jelek di dalam rumahMu yang tetap.

Semoga sudah bisa mengamalkannya. (pf)

Akibat Beramal Karena Riya dan Ingin Dipuji


Niat-karena-Allah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Sesungguhnya manusia yang pertama kali dihisap pada hari Kiamat ialah seseorang yang mati syahid, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas. Lantas Allah SWT berfirman kepadanya :
 “Apa yang telah kamu lakukan di dunia wahai hamba-Ku?”
Dia menjawab:
 “Saya berjuang dan berperang demi Engkau ya Allah sehingga saya mati syahid”
 Allah SWT berfirman:
 “Dusta kamu, sebenarnya kamu berperang bukan karena untuk-Ku, melainkan agar kamu disebut sebagai orang yang pemberani. Kini kamu telah menyandang gelar tersebut.”
Kemudian orang tersebut diperintahkan untuk dibawa pergi lalu diseret wajahnya hingga dicampakkan ke neraka.
Dan didatangkan pula seseorang yang belajar Alquran dan mengajarkannya, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas. Allah SWT berfirman kepadanya :
“Apa yang telah kamu lakukan di dunia wahai hamba-Ku?”
Dia menjawab :
 “Saya telah belajar ilmu dan mengajarkannya, saya juga membaca Alquran demi Engkau.”
Allah SWT berfirman :
“Dusta kamu, akan tetapi kamu belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Alquran agar dikatakan seorang yang mahir dalam membaca, dan kini kamu telah dikatakan seperti itu.”
Kemudian orang tersebut diperintahkan untuk dibawa pergi lalu diseret wajahnya hingga dicampakkan ke Neraka
Dan seorang laki-laki yang diberi keluasan rizki oleh Allah, kemudian dia menginfakkan hartanya semua, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas. Allah SWT berfirman kepadanya :
“Apa yang telah kamu lakukan di dunia wahai hamba-Ku?”
dia menjawab :
“Saya tidak meninggalkannya sedikit pun melainkan saya infakkan harta benda tersebut di jalan yang Engkau ridhoi."
Allah SWT berfirman:
“Dusta kamu, akan tetapi kamu melakukan hal itu supaya kamu dikatakan seorang yang dermawan, dan kini kamu telah dikatakan seperti itu.”
Kemudian orang tersebut diperintahkan untuk dibawa pergi lalu diseret wajahnya hingga dicampakkan ke Neraka. (HR Muslim)

Gunung Kelud Meletus, Bencana Mengingatkan Pada Kiamat


pondok-wali-barokah
Pondok Wali Barokah LDII Kota Kediri
Kiamat adalah akhir dari segala kehidupan di dunia. Rosululloh SAW menjelaskan hari kiamat terjadi pada hari Jum’at. Tak ada satupun yang tau kapan malaikat Isrofil menghentakan tiupan sangkakala kecuali hanyalah Allah Ta’ala. Kiamat kecil atau “kiamat sugro” terus melanda negeri ini. Jum’at ini perhatian masyarakat tertuju pada meletusnya Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Tampak dari atas menara Asmaul Husna Pondok Pesantren Wali Barokah LDII yang merupakan bangunan tertinggi di kota Kediri, semua terlihat putih tertutup abu layaknya pemandangan di kota mati. hujan abu juga dirasakan hingga wilayah Solo, Jogja, Semarang dan sekitarnya.
Di Kabupaten Kediri, ada sekitar 60 ribu jiwa lebih yang harus dievakuasi jika terjadi erupsi pada Gunung Kelud. Mereka adalah warga di 4 kecamatan yang terdampak langsung bencana letusan. Yaitu dari Kecamatan Ngancar, Kepung, Plosoklaten, dan Puncu.
Gunung Kelud mengalami erupsi, setelah sebelumnya terjadi gempa tremor sampai 6 jam. Gunung itu dinyatakan erupsi sekitar pukul 22.50 WIB, setelah statusnya naik dari semula waspada menjadi awas.
foto dari atas menara kediri 2
Foto Kondisi di Pondok Wali Barokah Kediri, diambil dari menara pondok
Gunung itu pernah meletus sampai 25 kali, rentang 1000 tahun sampai tahun 2007, dengan puluhan ribu korban jiwa maupun materiil. Gunung tersebut meletus terakhir pada 2007 tapi secara 'efusif' atau tertahan.
Air mata belum juga kering karena bencana.  Bencana masih terus membuat kita meneteskan airmata, keringat bahkan meneteskan darah. ini hanya merupakan “sebagian” ujian dari-Nya maka terpikirkah dibenak bagaimana jika Allah menimpakan seluruh ujian-Nya? . Matahari satu jengkal dari kepala manusia, manusia dibanjiri oleh keringatnya serta gunung-gunung seperti bulu yang bertebaran.
“Dan hari kiamat terjadi ketika dua orang telah menyerahkan pakaiannya sehingga keduanya tidak lagi melakukan jual beli dan melipatnya, dan hari kiamat terjadi ketika seseorang telah mengambil susu perahannya dan ia tak jadi menyantapnya, dan hari kiamat terjadi ketika seseorang menuju telaganya dan ia tidak jadi meminumnya, dan hari kiamat terjadi ketika seseorang diantara kalian telah mengangkat suapannya ke mulutnya dan ia tidak jadi menyantapnya." HR Bukhori
“Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya. Apabila matahari telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua manusia akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” HR. Bukhori
Musibah dan cobaan tidak pandang bulu, tidak mengenal waktu, tidak mengenal tingkat keimanan. Allah Maha Adil dan tidak pernah zhalim pada setiap hamba-Nya. Hanya Allah yang Maha Pengatur, semua kiamat sugro ini tentu telah tertulis di kitab Lauhil Mahfudz.
(MT Abdillahsyam’/LINES)

Cinta Tidak Dilarang, Tapi Bukan Cinta Yang Terlarang


cinta-ldii
Foto Ilustrasi
Kehidupan adalah masa depan, dan berjodoh adalah harapan. Dua hal yang sangat rahasia dan penuh misteri, tak bisa dipastikan tapi manusia bisa mendesain seperti apa akan mewujud.. Keduanya tak bisa kita pastikan, tapi kita bisa mendesain seperti apa bentuknya. Jatuh cinta dengan lawan jenis merupakan hal yang alami dan wajar. Setiap manusia pasti pernah merasakannya. Setiap hati yang masih sendiri pasti pernah bertanya kapan jodoh kita akan datang.
Berbicara masalah jodoh, butuh observasi, diskusi dan perenungan yang panjang untuk membicarakannya. Jodoh, sungguh tak ada satupun yang tahu kapan dan kemana ia kan bermuara. Lagi-lagi Sang Pangeran yang mengatur arus kehidupan ini. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha. Hanya bisa memposisikan diri sebagai diri yang baik agar mendapatkan yang baik, sesuai dengan hukum aksi-reaksinya Pencipta.
Apakah pacaran merupakan satu-satunya jalan untuk mencari jodoh? Namun sayangnya pacaran bukan jalan yang diridhoi. Karena dengan pacaran, muda mudi selangkah lebih berani mendekati zina. Semakin jauh melangkah lebih jauh pula ridho Allah. Kalau begitu, bagaimana usaha kita bila pacaran tidak diperbolehkan? Perluaslah pergaulanmu dalam kebaikan, membuka mata lebih bijaksana. Bila dalam lingkaran kebaikan itu dirasa ada yang pas untukmu, segeralah katakan pada Maha Penyayang dalam sujudmu bahwa “Aku ingin bersamamu karna Allah, mencintaimu karna agamamu, dan menyayangimu karna ahklakmu”.

Memantaskan diri adalah tindakan yang mutlak. Meningkatkan level kebaikan dan kapasitas diri secara tidak langsung menaikkan level jodoh kita kelak. Mengikuti alur cerita dari skenario kehidupan dari Sang Pencipta adalah anugrah terindah, bisa nerima ing pandum, mensyukuri nikmat yang diberikan, dan akhirnya impian yang telah tercatat rapi dalam hati akan menjadi. Jika berani menentang dan tidak sesuai dengan peraturan yang diberikanNya tak heran bila happy ending sulit di capai.

Semua butuh yang namanya persiapan, bagaimana kita tahu siap atau tidaknya menikah? coba lihat ibu dan ayahmu, terkait cara mereka membangun sebuah bahtera rumah tangga. Kalau dirasa kau telah siap melakukannya seperti apa yang ibu dan ayahmu lakukan, maka boleh dikatakan 50% telah siap. Bagaimana untuk menyempurnakan menjadi 100% ? ingatlah bahwa ridho Allah bersama ridho orang tua. Sempurnalah ketika orang tua telah memberi restu anaknya untuk menunaikan sunah Nabi untuk membangun bahtera rumah tangga dengan niat menjaga diri dari gejolak hati dan hawa nafsu.

Sudah tidak tabu jika wanita mengawali pembicaraan mengenai pernikahan. Dengan  tetap menjaga kemuliaan seorang wanita dengan melalui perantara keluarganya. Wanita yang sholihah adalah anugerah terindah yang dimiliki suaminya kelak. Bukan masalah gengsi atau trendy, namun syar`i yang menjadi penguat hati untuk selalu berhati-hati dalam bertindak.

Pengorbanan yang benar dalam cinta bukan berkorban untuk maksiat, namun niat ihklas dengan menyerahkan seluruh kemampuan menjaga kesucian diri dan orang yang dicintai. Bagaimana andai kita telah berharap penuh bahwa dia jodoh kita, tapi takdir berkata lain? Dan terkadang dengan cara yang tidak sesuai dengan perintah. Tak semua yang terlihat indah di kaca mata manausia itu barokah di jalan-Nya. Sekali lagi, tiada yang tahu kemana cinta kan bermuara. Tetap percaya Sang Pencipta memiliki skenario kehidupan yang  jauh dan jauh lebih nikmat, indah dan barokah-lah yang menjadi dambaan setiap insan. Jodoh jangan dijadikan beban pikiran yang akan mempengaruhi pengabdian hidup dengan-Nya. Perbaiki hati, tingkatkan kapasitas diri, dan insyaAllah pasti belahan jiwa disana juga akan lebih baik dan selalu terjaga dan siap untuk dinanti.
Menjadilah seorang yang Sholih atau Sholihah bila ingin memiliki pasangan yang Sholih atau Sholihah !

 Sebagian kaum lelaki berkata :
 “Betapa sulitnya menemukan Wanita Sholehah di zaman sekarang.”

 Sebagian kaum wanita juga berkata :
 “Betapa susahnya mencari Lelaki Sholeh di masa sekarang.”

 Mungkin pernyataan diatas ada benarnya juga walaupun tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena alangkah baiknya kalau pernyataan tersebut kita tujukan untuk diri sendiri terlebih dahulu sebelum diucapkan kepada orang lain.

 “Sudah menjadi Lelaki baikkah diriku?
 Sudah menjadi Lelaki sholehkah diriku?”

 “Sudah menjadi Wanita baikkah diriku?
 Sudah menjadi Wanita Sholehahkah diriku?”

 Begitulah seharusnya kita bertanya. Kadang kita terlalu sibuk untuk menilai orang lain sehingga kita lupa untuk menilai diri sendiri.
 Kadang kita terlalu sibuk MENCARI sosok yang baik.
 Kadang kita terlalu sibuk MENCARI sosok yang menurut kita Sholih atau Sholihah.
Sehingga kadang kita sendiri lupa untuk berusaha MENJADI sosok yang Sholih atau Sholihah.

 Muncul satu pertanyaan..

 Sudah pantaskah kita berharap untuk bisa mendapatkan sosok yang Sholih atau Sholihah? Jawabannya berpulang pada diri kita masing-masing.

 Janganlah bermimpi memiliki isteri semulia Fatimah Azzahra bila kau tak sehebat Ali

 Janganlah bermimpi memiliki suami semulia Muhammad Rosululloh bila kau tak sehebat Aisyah

 Jangan terlalu bermimpi mendapatkan Wanita Sholihah kalau masih belum mampu menjadi Lelaki Sholih.

 Jangan bermimpi mendapatkan Lelaki Sholih kalau belum mampu menjadi Wanita Sholihah.
Tak perlu bersusah payah untuk MENCARI yang Sholih atau Sholihah. Tapi MENJADILAH Sholih atau Sholihah terlebih dahulu.

 Karena Allah SWT telah menyiapkan pasangan yang sesuai
 dengan jati diri kita. Yang sesuai dengan kepribadian kita.

 Yang sesuai dengan kadar keimanan dan ketakwaan kita.

 Yang sesuai dengan potret kita sendiri.

 lelaki baik untuk wanita yang baik. begitu juga sebaliknya. Itulah ketetapan Allah SWT yang sudah pasti kebenarannya!  Sebagaimana firman Allah :

Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. ( An Nur ayat 26)

Masih mau menunggu apa lagi?
 mari kita memulai dari diri sendiri dahulu untuk menjadi lebih baik.
 Tak perlu menunggu orang lain menjadi baik. Dan tak perlu terlalu sibuk untuk menilai orang lain yang pada akhirnya kita lupa untuk menilai diri sendiri.

Jumat, 07 Februari 2014

lirik lagu Dear God Avenged Sevenfold dan terjemahan

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose undefined
While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there
Back where I'd love to be, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
To hold her when I'm not around
When I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

There's nothing here for me on this barren road
There's no one here while the city sleeps
And all the shops are closed
Can't help but think of the times I've had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
To hold her when I'm not around
When I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
When hope begins to fade

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose undefined

Dear God the only thing I ask of you is
To hold her when I'm not around
When I'm much too far away
We all need the person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

•Lirik Lagu Avenged Sevenfold Dear God Versi Indonesia

Jalan sepi dibatas kota ini
Jauh dari seseorang yang aku sayangi
ku terkenang kata yang kau ucapkan
namun tak bisa membuatku kembali padamu
Tuhan hanya satu pintaku padamu
jagalah dia saat aku jauh dari sisinya
kubutuhkan orang yang tulus padaMu
tapi ku tinggalkan dirinya saat aku berjumpa
Ku sendiri dan ku lelah
ku merindukanmu.. sayang
dan lagi..
Rasa hampa selimuti diriku
tak seorangpun disini yang menemaniku
masa indah saat ku bersamamu
dan potret dirimu akan iringi hariku
(reff)
Tuhan hanya satu pintaku padaMu
jagalah dia saat aku jauh dari sisinya
kubutuhkan orang yang tulus padaMu
tapi ku tinggalkan dirinya saat aku berjumpa
ku sendiri dan ku lelah
ku merindukanmu.. sayang
dan lagi..
*original in http://ari-software.blogspot.com/ 
Mencari, tiada ku temukan
seolah sia-sia
karenamu kutetap bertahan
menyerah, takkan pernah
betapaku merindukanmu di dalam pelukku
Jalan sepi dibatas kota ini
Jauh dari seseorang yang aku sayangi
*original in http://ari-software.blogspot.com/ 
Tuhan hanya satu pintaku padaMu
jagalah dia saat aku jauh dari sisinya
kubutuhkan orang yang tulus padaMu
tapi ku tinggalkan dirinya saat aku berjumpa
ku sendiri dan ku lelah
ku merindukanmu.. sayang
dan lagi..

Selasa, 07 Januari 2014

tugas indonesia



JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan tak mau berpolemik panjang soal koordinasi antara Pertamina dan pemerintah dalam menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram. Dia pun menyerahkan sepenuhnya protes kenaikan harga elpiji kepada dirinya.

"Semua pokoknya salah saya. Sudah enggak apa-apa," ujar Dahlan usai rapat terbatas di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Minggu (5/1/2014).

Sebelumnya, sempat terjadi perdebatan soal keputusan Pertamina menaikkan harga elpiji.

Vice President Coporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyatakan pihaknya sudah melakukan sesuai prosedur dan telah memberitahu pemerintah rencana Pertamina menaikkan harga elpiji untuk menutup utang.

Namun, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa membantahnya. Hatta mengaku baru mengetahui rencana itu. Ia justru menuding Menteri BUMN yang sebenarnya sudah mengetahui dan menyetujui rencana kenaikan harga gas elpiji.

"Pertamina itu bersifat pemberitahuan. Pak Wacik baru terima suratnya tanggal 2 Januari. Tapi itu kan melalui RUPS, artinya BUMN sudah tahu," ujar Hatta.

Saat dikonfrontasi dengan tudingan Hatta, Dahlan terdiam sejenak. Sambil tersenyum, dia mengatakan, "Semua betul".

Dahlan mengatakan bahwa Pertamina hanya melaksanakan hasil audit BPK yang harus dilaksanakan dalam waktu 60 hari. Rekomendasi BPK saat itu, sebut Dahlan, adalah dengan menaikkan harga elpiji 12 kilogram.

Namun, jika sikap Pertamina dianggap salah, Dahlan mengatakan Pertamina akan mengoreksinya dalam waktu singkat.

Saat kembali dicecar soal "lampu hijau" yang diberikan Dahlan kepada Pertamina tanpa memberitahu Presiden, Dahlan mengelak dengan berjalan cepat menuju mobilnya.

Hatta sempat mendatangi Dahlan dan berbisik. Setelah itu, Dahlan maupun Hatta langsung masuk ke dalam mobilnya masing-masing.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Pertamina mengkaji ulang keputusan menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram.

Presiden menginstruksikan agar menteri terkait dan Pertamina, bersama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan rapat konsultasi untuk mencari solusi terbaik. Presiden memberikan waktu 1 x 24 jam untuk Pertamina mengambil sikap.
Liputan6.com, Jakarta : Mulai hari ini PT Pertamina (persero) menetapkan kenaikan harga elpiji non subsidi 12 kilogram sebesar Rp 1.000 per kg atau Rp 12 ribu per tabung. Bagaimana reaksi warga terutama ibu rumah tangga penggunanya?.
Ternyata sejumlah warga menilai harga baru kenaikan elpiji 12 kg lebih rasional dan tidak terlalu memberatkan daya beli mereka.
"Alhamdulillah, naik segitu lebih wajar," ungkap salah satu ibu rumah tangga, Trisnaningtyas (24) saat berbincang dengan Liputan6.com seperti ditulis Selasa (7/1/2013).
Wanita asal Klaten tersebut mengaku terkejut ketika Pertamina pertama kali menaikkan harga elpiji. Sebelumnya mulai 1 Januari 2014, harga elpiji naik Rp 3.959 per kg sehingga harga ecerannya mencapai Rp 145 ribu per tabung.
Dia mengaku sebelumnya membeli elpiji 12 kg sebesar Rp 95 ribu per tabung. "Kalau naik segitu (Rp 1.000 per kg) berarti kan sudah ga sampai segitu (Rp 145 ribu)," tegasnya.
Meski seandainya Pertamina tak melakukan revisi terhadap kenaikan harga elpiji, Trisnaningtyas mengaku tetap akan menggunakan gas 12 kg.
"Tetap beli, karena kalau pindah ke 3 kg lebih ribet, yang biasa ganti setiap bulan sekali, ini nanti bisa empat kali sebulan," kata dia.
Sementara hal sama juga diungkapkan ibu rumah tangga lainnya Rita Anindita (28). Dia mengaku kenaikan Rp 1.000 per kg tak terlalu mempengaruhi pengeluaran rumah tangganya. "Naik segitu berarti tidak terlalu memberatkan konsumen, saya juga tidak keberatan beli lagi," ujarnya.
Sebagai warga dia berharap kalau Pertamina menelan kerugian melalui gas 12 kg dan harus menaikkan harga elpiji, maka memang lebih baik kenaikan dilakukan secara bertahap.
Dengan begitu diharapkan masyarakat akan mampu mengikuti kenaikan harga dan tidak terlalu banyak yang merasa diberatkan mengingat gas bagian dari kebutuhan setiap rumah tangga.
Berbeda dengan Trisnaningtyas, Novi saat ini mengaku telah beralih menggunakan gas 3 kg semenjak Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg per 1 Januari 2014. "Ya kemarin saya sudah beli yang 3 kg, tunggu ini habis ya nanti balik pakai 12 kg lagi," tutupnya. (Yas/Nrm)
Jakarta - Masyarakat bereaksi terhadap kebijakan Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 Kg tanpa sosialisasi yang luas. Polri mengkhawatirkan kebijakan tersebut menimbulkan gejolak besar di masyarakat, apalagi kenaikkan dilakukan jelang digelarnya pemilu 2014.

"Ini kebetulan di tahun politik juga, pasti suasana memanas di masyarakat bisa saja tak terhindarkan. Jangan sampai anarkis masyarakat kita, tapi kita tetap lakukan antisipasi ke arah itu ya," kata Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2014).

Menurut Sutarman, gejolak terhadap kebijakan itu bisa saja terjadi. Namun apapun kemungkinan yang terjadi menyusul kebijakan tersebut, Sutarman menegaskan Polri siap melakukan langkah-langkah antisipasi.

"Untuk gejolak sosial di masyarakat kita ini kemungkinan ada ya, dan Polri sudah siap mengantisipasinya," tegasnya.

Sutarman menambahkan, jajarannya juga telah melakukan antisipasi tindakan pengoplosan gas elpiji yang merugikan Pertamina dan masyarakat.

"Kemarin anggota kami menangkap satu orang pengoplos elpiji di Bogor, dia agen dan penjual. Jadi modusnya elpiji 3 kg masukin ke elpiji 12 kg lalu dijual agar dapat untung jauh lebih besar," tutup Sutarman.